Monitorindonews.com//Melansir dari Akun Tiktok @buku nekuk. Dalam akun tersebut meneramgkan bahwa serangan umum 1 maret dilatarbelakangi oleh kebutuhan politik dan militer untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia belum hancur, TNI masih kuat dan perjuangan kemerdekaan tetap berjalan.
Serangan umum di gagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Aksi Serangan tersebut dilakukan oleh Letkol Soeharto atas Izin Panglima Soedirman.
Aksi ini kemudian berhasil, TNI menguasai Yogyakarta selama beberapa jam dan berita itu mengguncang dunia serta mempengaruhi keputusan PBB yang akhirnya menekan Belanda untuk berunding dan mengakui kedaulatan Indonesia.
dalam akun tersebut juga menjelaskan dimana Sri Sultan menceritakan bahwa suatu sore seorang komandan Belanda yang bernama Van Langen menemui beliau di keraton, Demi keselamatan Sri Sultan, Van Langen meminta Sultan agar tidak keluar dari wilayah keraton. Dalam suasana itu disebutkan, Sri Sultan tidak bisa keluar dari keraton tapi beliau bisa mendengarkan siaran Radio, BBC, VOA dan ABC.
Melalui Radio itu,Sri Sultan tahu bahwa Dewan Keamanan PBB akan membahas nasib Indonesia pada awal Maret. Kemudian Sri Sultan meminta izin kepada Jendral Soedirman untuk mengadakan serangan Umum untuk menunjukkan bahwa Republik masih ada. Kemudian Jendral Soedirman setuju dan meminta Sultan agar berhubungan dengan Letkol Soeharto.
Selanjutnya, Sri Sultan dan Letkol Soeharto mengadakan pertemuan rahasia di keraton. Lalu, Letkol Soeharto menyamar sebagai seorang abdi dalem.
Awalnya serangan akan dilakukan tanggal 28 februari tapi rencana ini bocor, maka diubahlah waktunya ke tanggal 1 Maret, pada pukul 6 pagi saat sirine berbunyi, Serangan umum ini berhasil, Jogja berhasil direbut. Kemudian Dewan Keamanan PBB meminta agar Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
(Redaksi)

.jpg)

